Duhai Tuhan, kepada siapa kuberpaling jika tidak kepada-Mu.
Pengetahuan-Mu meliputi segala sesuatu, Kau mengetahui apa yang tampak dan apa
yang tersembunyi, karena Kau telah menciptakan bebatuan maupun intan berharga
yang terjebak didalamnya. Rahasia dan misteri didalam hati manusia terbuka
pada-Mu.
Kau adalah penyebab getah tumbuh-tumbuhan mengalir pada hari-hari
penuh kebahagiaan dimusim semi. Kau adalah penyebab darah mengalir melalui nadi
kami hingga waktu kematian kami. Kau melihat dan mendengar segala sesuatu,
bahkan doa makhluk-makhluk yang tak dapat berbicara sekalipun. Semua makhluk
betapapun besarnya ataupun tidak berartinya, tunduk kepada perintah-Mu.
Engkau-lah yang membagi dunia ini menjadi terang dan gelap. Engkau-lah yang
memberikan kepada seluruh makhluk segenap waktu yang telah ditentukan diatas
muka bumi, dari burung diudara sampai kepada ikan dikedalaman samudra. Engkau
telah menghiasi langit dengan bintang-bintang, serta mengisi bumi dengan umat
manusia dari beragam suku dan warna. Sementara
kasih sayang-Mu tiada terukur. Semua kekuatan adalah milik-Mu, dan tiada belenggu
sekuat apapun yang tidak dapat Kau hancurkan. Kau adalah Hakim Agung. Tuhan
yang memelihara dan menjaga semua makhluk. Betapapun besarnya yang dimiliki
seseorang didunia ini, mereka memilikinya karena Engkau. Kau-lah yang menolong
mereka yang membutuhkan pertolongan. Kami semua adalah tawanan dalam belenggu
dan tidak ada seorangpun yang dapat menolong kami selain Engkau. Tujuh lapis
langit dan semua yang berada didalamnya adalah milik-Mu.
Tuhan-ku, Kau
menciptakanku dari tanah liat, pekat, dan hitam, lalu meniupkan ruh kepadaku
dari ruh-Mu sendiri. Kehidupan berasal dari-Mu, hanya Kau-lah yang mampu
menghidupkan mereka yang telah mati. Saat ini aku bersimpuh pada-Mu sebagai
makhluk-Mu yang jiwanya telah rapuh, hanya kemurahan hati-Mu yang dapat
menyelamatkanku sekarang, hanya karunia-Mu yang mampu menyelamatkanku dari
kebinasaan abadi, hanya kasih sayang-Mu yang dapat mengubah kegelapanku menjadi
terang, malamku menjadi siang.
Thursday, 26 September 2013
Thursday, 29 August 2013
Masih tentangmu
Kamu masih menjadi satu-satunya yang menginspirasi
tulisanku, yang selalu menyita pikiranku untuk tertuju padamu, dan yang menjadi
penyebab dibalik senyum dan sedihku.
Aku merindukanmu, entah sejak kapan dan sampai kapan akan
bertahan, mungkinkah rinduku ini terlarang untukmu? Ataukah rinduku ini kan
terbalaskan olehmu? Mengingat kita yang telah berbeda tak lagi sama, kita yang
sudah mulai berjarak bagai ada sekat yang menjadi penghalang. Mungkin ini
salahku yang masih menjadikanmu satu-satunya dalam hidupku. Kadang aku lelah
dan tersiksa masih mempertahankanmu yang seharusnya aku lepaskan. Tapi apa
dayaku, untuk tidak memikirkanmu sedetik saja aku tak bisa, apalagi mengusirmu
dari hatiku.
Aku terlalu larut bernostalgia, mengenang segala yang telah
terlewati, dan mengharapkannya untuk terulang kembali, yang sudah jelas
mustahil untuk terjadi. Andai Tuhan memberiku satu permintaan, maka aku hanya meminta untuk bisa bahagia
tanpa masa lalu, sesederhana itu. Aku tidak meminta untuk bisa melupakanmu,
karena bagiku mengenalmu adalah suatu anugrah dari-Nya.
Dulu, memang tak ada yang begitu spesial saat kita bersama, kita masih terlalu polos dan lugu hingga
semuanya terlewati begitu saja dan apa adanya, tapi begitu terkenang dihatiku.
Friday, 5 July 2013
Jika aku dimakamkan hari ini
Juwana
Jum'at, 050713
perlahan
tubuhku ditutupi tanah
perlahan
semua pergi meninggalkanku
masih terjelas langkah terakhir mereka
aku sendirian
ditempat gelap yang tak pernah terbayangkan
sendirian menunggu keputusan
menyesal sudah tak mungkin
taubat tak lagi dianggap
dan maaf pun tak bakal didengar
aku benar-benar sendiri
Tuhan ku
jika Kau beri aku satu lagi kesempatan
jika Kau pinjamkan lagi
beberapa hari milikMu
beberapa hari saja
aku harus berkeliling
memohon maaf
pada mereka yang selama ini
telah merasakan dzalimku
yang selama ini sengsara karenaku
yang selama ini tertindas dalam kuasaku
yang selama ini telah kusakiti hatinya
yang selama ini telah aku bohongi
begitu sesal diri ini
karena hari-hari telah berlalu
tanpa makna penuh kesia-siaan
aku di makamkan hari ini
dan
semua menjadi tak termaafkan
semua menjadi telah terlambat
aku harus sendiri
untuk waktu yang tak terbayangkan
Saturday, 23 March 2013
Pada-Mu
duhai Tuhan
kepada siapa ku berpaling
jika tidak kepadaMu
pengetahuanMu meliputi segala sesuatu
Kau mengetahui apa yang tampak
dan apa yang tersembunyi
sementara kasih sayangMu tiada terukur
milikMu lah apa-apa yang ada di langit beserta bintang-bintangnya
Kau menggabungkan malam ke dalam siang
dan siang ke dalam malam
rahasia dan misteri yang tersembunyi didalam hati manusia
terbuka padaMu
Kau adalah penyebab darah mengalir
melalui nadi kami
hingga waktu kematian
Kau adalah Dia yang mendengar doa
dari mereka yang membutuhkan
ketika mereka berpaling dariMu
kepada siapa ku berpaling
jika tidak kepadaMu
pengetahuanMu meliputi segala sesuatu
Kau mengetahui apa yang tampak
dan apa yang tersembunyi
sementara kasih sayangMu tiada terukur
milikMu lah apa-apa yang ada di langit beserta bintang-bintangnya
Kau menggabungkan malam ke dalam siang
dan siang ke dalam malam
rahasia dan misteri yang tersembunyi didalam hati manusia
terbuka padaMu
Kau adalah penyebab darah mengalir
melalui nadi kami
hingga waktu kematian
Kau adalah Dia yang mendengar doa
dari mereka yang membutuhkan
ketika mereka berpaling dariMu
Friday, 22 March 2013
Bila Alqur'an Bisa Berbicara
![]() |
Waktu engkau
masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku, dengan wudhu aku kau sentuh
dalam keadaan suci. Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku engkau
baca dengan suara lirih, ataupun keras. Setiap hari setelah usai engkau pun
selalu menciumku dengan mesra sekali.
Sekarang engkau telah dewasa, nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku. Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah? Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu, atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali, hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya. Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu. Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa, atau aku kau buat penangkal untuk hantu dan syetan.
Kini, aku lebih tersingkir dibiarkan dalam kesendirian dan kesepian diatas lemari. Didalam laci aku engkau padamkan. Dulu pagi-pagi surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau. Sekarang pagi-pagi sambil minum kopi, engkau baca koran pagi atau nonton berita televisi. Waktu senggang engkau sempatkan membaca buku karangan manusia, sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa engkau campakkan, engkau abaikan, dan engkau lupakan.
Waktu berangkat kerjapun, kadang engkau lupa baca pemuka surah-surahku (basmalah), di perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi, tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di laci mobilmu. Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasion radio favoritmu, aku tahu kalau itu bukan stasion radio yang senantiasa melantunkan ayatku. Dimeja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja. Dikomputermu pun kau putar musik favoritmu, jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun. Email temanmu yang ada ayat-ayatpun kadang engkau abaikan. Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu. Benarlah dugaan ku, bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakan ku.
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam didepan televisi menonton pertandingan liga Italia, musik/film dan sinetron laga. Didepan komputermu berjam-jam engkau betah duduk hanya sekedar membaca berita dan gambar sampah. Waktupun cepat berlalu, aku menjadi semakin kusam dalam lemari mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu, seingatku hanya amal ramadhan engkau membacaku kembali. Itupun hanya beberapa lembar dariku dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu. Engkau pun terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku, apakah koran, tv, radio, dan komputer dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau di kubur sendirian, menunggu sampai kiamat tiba. Engkau akan diperiksa oleh malaikat suruhan-Nya. Hanya dengan ayat-ayat Allah yang hanya padaku engkau dapat selamat melaluinya. Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu setiap saat berlalu. Kuranglah jatah umurmu, dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu. Engkau bisa kembali pada Tuhan mu sewaktu-waktu.
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumah mu, bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati, di kuburmu nanti aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan yang akan membantu engkau membela diri. Bukan koran yang engkau baca yang akan membantmu, tapi akulah “Al-Qur’an” kitab sucimu yang senantiasa setia menemani dan melindungimu, bacalah kembali aku setiap hari, karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Muhammad Rasulullah, agar engkau senantiasa mengingat Tuhan mu.
Sekarang engkau telah dewasa, nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku. Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah? Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu, atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali, hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya. Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu. Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa, atau aku kau buat penangkal untuk hantu dan syetan.
Kini, aku lebih tersingkir dibiarkan dalam kesendirian dan kesepian diatas lemari. Didalam laci aku engkau padamkan. Dulu pagi-pagi surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau. Sekarang pagi-pagi sambil minum kopi, engkau baca koran pagi atau nonton berita televisi. Waktu senggang engkau sempatkan membaca buku karangan manusia, sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa engkau campakkan, engkau abaikan, dan engkau lupakan.
Waktu berangkat kerjapun, kadang engkau lupa baca pemuka surah-surahku (basmalah), di perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi, tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat di laci mobilmu. Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasion radio favoritmu, aku tahu kalau itu bukan stasion radio yang senantiasa melantunkan ayatku. Dimeja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja. Dikomputermu pun kau putar musik favoritmu, jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun. Email temanmu yang ada ayat-ayatpun kadang engkau abaikan. Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu. Benarlah dugaan ku, bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakan ku.
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam didepan televisi menonton pertandingan liga Italia, musik/film dan sinetron laga. Didepan komputermu berjam-jam engkau betah duduk hanya sekedar membaca berita dan gambar sampah. Waktupun cepat berlalu, aku menjadi semakin kusam dalam lemari mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu, seingatku hanya amal ramadhan engkau membacaku kembali. Itupun hanya beberapa lembar dariku dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu. Engkau pun terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku, apakah koran, tv, radio, dan komputer dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau di kubur sendirian, menunggu sampai kiamat tiba. Engkau akan diperiksa oleh malaikat suruhan-Nya. Hanya dengan ayat-ayat Allah yang hanya padaku engkau dapat selamat melaluinya. Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu setiap saat berlalu. Kuranglah jatah umurmu, dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu. Engkau bisa kembali pada Tuhan mu sewaktu-waktu.
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumah mu, bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati, di kuburmu nanti aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan yang akan membantu engkau membela diri. Bukan koran yang engkau baca yang akan membantmu, tapi akulah “Al-Qur’an” kitab sucimu yang senantiasa setia menemani dan melindungimu, bacalah kembali aku setiap hari, karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui yang disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Muhammad Rasulullah, agar engkau senantiasa mengingat Tuhan mu.
Sunday, 24 February 2013
All About You
Berpijak pada masa laluyang pernah menorehkan lukatapi dengan senyumanaku dapat mengubahnya menjadi inspirasikuputar kembali rekaman itu di benakkuku ingat-ingat dengan saksamatentang kisah kasihyang pernah kita jalaniternyata semua masih tampak jelas dipikirankuwalau telah dua tahun silamlalu dengan bahasa berbau sastrakucoba merangkai kata demi katahingga tersambung menjadi kalimat seindah mungkinkadang kuselipkan kata-kata puitisseperti yang pernah kau ajarkan padakumeski tak sebagus katamutapi aku cukup puasmelihat hasil karyaku sendiriyang aku tuangkan dalam bentuk cerpendan taukah engkau ?kau dan akulahyang menjadi peran utamanyaterimakasih kuucapkan padamuuntuk luka yang kau goreskandan untuk inspirasi yang kau berikan
ingatlah
Alflowa pernah bersama
Subscribe to:
Posts (Atom)
